Samakah Kita Dengan Setan??

Comment( 0)

 

Bismillah…

Assalamualaikum Wr Wb…

            Salam ukhuwah… Salam cinta karena Alloh untuk semua sahabat yang saling mencintai karena Alloh. Salam bahagia untuk semua sahabat yang bertujuan hidup Dunia Bahagia Akhirat Syurga. Semoga kita digolongkan ke dalam mereka yang mampu meraih kebahagiaan yang sebenar-benarnya. Amin…

           

Sahabat yang dicintai karena Alloh, saya harap sahabat semua berkenan meluangkan waktunya sejenak untuk membaca artikel yang saya buat ini. Berikanlah hatimu untuk membaca artikel ini. Karena sesungguhnya artikel ini tak akan ada artinya jika sahabatku hanya membaca sekilas saja. Artikel ini akan berpengaruh jika kiranya sahabat berkenan untuk mentafakuri setiap kata yang ada di dalamnya. Semoga sahabat tak keberatan. Karena saya yakin, sahabat semua adalah insan-insan yang berhati lembut. Yaitu mereka yang selalu berkenan untuk mendengar masukan dan syaran dari samping kiri dan kananmu selama itu membawa kau lebih dekat pada tuhanmu. Maka lembutkanlah hatimu sahabat... Biarkan Alloh yang membimbing setiap hati-hati yang merindu akan pertemuan dengan Rabbnya.

         

   Sahabat mari kita tafakuri bersama kalam Alloh yang berikut ini:

    

        “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.(QS. Albaqarah 2: 34)”.

           

Syetan dikeluarkan Alloh Azza Wa Jalla dari syurga yang penuh kenikmatan. Karena keengganan mereka bersujud kepada adam. Dengan sombongnya mereka menyatakan bahwa mereka lebih baik daripada adam. Jadi mengapa pula mereka harus bersujud pada adam yang Alloh ciptakan dari tanah yang hina, sedangkan mereka Dia ciptakan dari api yang menurut mereka jauh lebih mulia daripada tanah. Tentu saja hal ini membuat Alloh murka dan mengeluarkan mereka karena sifat angkuhnya dank arena pembangkangan mereka terhadap perintah-Nya.

Sejenak membahas masalah syetan yang menolak untuk bersujud pada adam, Alloh meminta semua makhluq-Nya ketika itu untuk bersujud pada adam bukanlah karena adam layak untuk disembah ataupun karena Adam lebih mulia dari Makhluq Alloh yang lain. Karena hal ini jauh dari sifat Alloh yang Maha Adil pada setiap makhluq-Nya. Jadi tak mungkin jika Dia berat sebelah dalam penciptaan hamba-Nya. Akan tetapi hal ini karena Alloh ingin melihat dari para hamba-Nya, siapa kiranya yang benar-benar taat akan setiap perintah yang Dia berikan. Pada dasarnya ketika itu malaikatpun menanyakan kenapa kiranya Alloh hendak menciptakan manusia untuk memelihara bumi, sedangkan sudah menjadi bukti bahwa manusia adalah makhluq yang merusak.

        

    Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".(QS Al-Baqarah 2: 30)

        

    Akan tetapi dengan ketaatan yang ada pada diri malaikat, maka merekapun menuruti perintah yang Alloh berikan. Nah jadi bedanya syetan dan malaikat adalah dari ketaatan mereka pada Alloh. Bukan dari bahan apakah mereka diciptakan?. Sama halnya dengan kita hamba-Nya, Dia melihat kita bukan dari pangkat, derajat, ataupun rupa. Akan tetapi Dia melihat, siapa kiranya diantara kita yang paling bertaqwa. Jadi Syetan dikeluarkan Alloh dari syurga karena mereka tidak Taat pada perintah-Nya.

      

 

      Sahabat... Jika kita tafakuri bersama, entah berapa kali kita membangkang dari perintah dan aturan main yang telah Dia berikan. Entah berapa kali kita menyia-nyiakan cinta-Nya. Dan entah berapa kali pula kita mengecewakan Dia dengan sikap kita yang tak bersyukur. Sahabat... malu rasanya ketika kita menatap sinis mereka yang kini berada dalam keadaan lebih lalai daripada kita. Padahal kita sendiri tak jauh berbeda dari mereka yang melalaikan perintah-Nya.

        

    Sering kita berkata bahwa setan adalah musuh nyata bagi kita, sering pula kita berkata bahwa tak selayaknya kita mengikuti hawa nafsu kita. Namun kenyataannya apa? Kita justru masih saja melanggar perintah-Nya, dan masih saja mengikuti hawa nafsu yang jelas-jelas hanya mengajak kita ke dalam keburukan. Lalu apa bedanya kita dengan syetan yang menolak untuk sujud pada adam ketika itu?

           

Sahabatku yang berhati lembut, tak peduli apa yang tengah kita lakukan. Tak peduli pula sebesar apa dosa kita. Alloh tengah menyediakan ampunan untuk kita yang besarnya melebihi dosa kita sendiri. Selama kita benar-benar memohon ampun pada-Nya. Jangan tunggu besok atau lusa, sekaranglah saatnya kita untuk selalu memohon ampun pada-Nya. Tak malukah kita pada Dia yang selalu menatap? Pada Dia yang selalu memberikan yang terbaik untuk kita, pada Dia yang selalu melindungi dan menjaga kita selalu.

         

   Sahabat kita diciptakan Alloh sebagai khilafah di muka bumi ini, semata-mata hanya untuk Taat pada Alloh dan beribadah kepada-Nya.

 

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.(QS Ad-dzariyat 51: 56)

        

    Saya akui, untuk taat pada setiap aturan main-Nya sangatlah sulit, karena kita memiliki hawa nafsu yang senantiasa dijadikan senjata oleh mereka para penggoda untuk menjerumuskan kita. Seta hawa nafsu yang selalu mengajak pemiliknya untuk membangkang pada perintah Alloh SWT. Akan tetapi, bukankah Alloh tengah memerintahkan pada kita agar kita mampu menahan hawa nafsu yang ada di dalam diri kita. Sesuai dengan kalamNya berikut ini. Mari kembali kita kita tafakuri lagi kalam Alloh berikut ini.

 

Dan adapun orang-orang yang takut kepada Tuhannya, dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya(QS An-Naziat(70):40,41).

        

    Alloh Azza Wa Jalla tengah memerintahkan pada kita untuk senantiasa menahan diri dari keinginan hawa nafsu yang kita miliki. Bukankah menahan hawa nafsu adalah salah satu aturan main yang Dia berikan agar kita bisa selamat di alam persinggahan ini. Lalu apakah mungkin Alloh membuat aturan main ataupun perintah yang sekiranya tak mampu untuk kita lakukan?

 

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.(QS Al-Muminuun (23): 62)

           

Rasanya tak mungkin jika Alloh memerintahkan dan memberikan suatu perintah atau ujian  yang tak mampu untuk kita lakukan. Jika Alloh tengah memerintahkan kita untuk menahan hawa nafsu kita, itu artinya Dia telah begitu percaya pada kita bahwa kita akan mampu menahan hawa nafsu yang kita miliki. Lalu mau sampai kapan kita membiarkan diri untuk berpikiran bahwa kita tak mampu menahan hawa nafsu? Buang jauh-jauh pikiran seperti itu, karena itu tak membuatmu lebih dekat dengan tujuan hidup DUNIA BAHAGIA AKHIRAT SYURGA. Hal itu hanya akan membuatmu semakin jauh dari-Nya.

           

Sungguh sahabatku, jika saat ini kita masih saja dibutakan oleh hawa nafsu. Lalu entah sampai kapan kita membiarkan diri melanggar perintah-Nya. Lalu apakah bedanya dengan mereka para penggoda itu? Sahabatku yang sungguh memiliki hati yang mulia.. Engkaulah insan-insan pilihan itu, yang Dia berikan nikmat islam dalam setiap helaan nafas kita. Engkaulah insan-insan berhati lembut itu, yang selalu berusaha untuk membuat diri lebih baik disetiap waktunya.

           

Tak peduli ujian apa yang kini menimpamu, tak peduli pula seberat apapun beban yang kau pikul. Tetap tegar dan bersabarlah... Karena Alloh begitu percaya punggungmu akan kuat memikulnya. Tak peduli nikmat apapun yang Dia berikan, baik itu kita sadari atau tidak. Tetaplah bersyukur selalu... Karena Dia telah percaya kita akan selalu bersyukur atas setiap karunia yang Dia berikan.Jangan biarkan hawa nafsu itu membuat kita termasuk dari mereka yang tak bersabar. Dan jangan pula biarkan hawa nafsu itu menjadikan kita, termasuk mereka yang tidak bersyukur.

 

Sahabatku... Mari kita tafakuri bersama, andai kata kita mampu menahan hawa nafsu yang ada dalam diri kita. Bukankah Alloh telah menjanjikan syurga untuk kita. Syurga sahabatku....? Syurga yang tak ada kesedihan di dalamnya, maka pengorbananmu untuk melawan hawa nafsu itu akan berbuah syurga. Kesedihanmu kini tak ada artinya dengan syurga yang penuh kenikmatan. Lalu tunggu apa lagi? Kuatkan imanmu, yakini setiap janji-Nya pada-Mu. Karena Alloh tak mungkin ingkar janji. Biarlah Alloh menghadiahkanmu Syurga, karena engkau layak mendapatkannya....

           

Jangan biarkan diri kita sama dengan syetan hanya karena kita tak mampu menahan haqwa nafsu kita. Jangan biarkan diri kita mengikuti langkah-langkah syetan, karena mereka hanya ingin membuat kita sengsara di dunia dan neraka. Ikutilah perintah-Nya, karena Alloh begitu mencintai kita, karena Dia begitu ingin memasukan setiap hamba-Nya ke dalam Syurga. Dia menunggumu untuk mampu melihat wajah-Nya dan bermanja-manja disisi-Nya. Para Rosul dan orang-orang sholeh telah menunggu kita untuk menajdi bagian dari mereka. Syurgapun telah menunggu kita untuk menjadi penghuninya. Lalu tunggu apa lagi? Buang keinginan untuk menuruti hawa nafsu itu. Biarkan hatimu bersih ketika bertemu dengan-Nya. Jangan biarkan dirimu disamakan dengan syetan yang terlaknat itu. Jika saat ini kita masih saja menuruti hawa nafsu, apalah bedanya kita dengan syetan?





One Response to Samakah Kita Dengan Setan??

Leave a Reply

design by Natty WP