Menyelesaikan Masalah

Comment( 0)

Alhamdulillah dapat ilmu yg bermanfaat, setidaknya untuk kita tafakuri bersama..

Bismillah....

* ketika masalah itu membuat / hampir putus asa : (QS. Al-Anbiya : 87) sebagaimana dikisahkan dari Nabi Yunus " dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (yunus) ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap : "la ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minazhalimin" (bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau, maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang2 yg dzolim)"
====
- perasaan menderita adalah perasaan org yg melihat siklus kehidupan itu permanen dan statis. padahal,hukum kehidupan itu non permanen dan dinamis. bandulnya selalu mengayun antara gelap dan terang, suka dan duka, antara kesulitan dan kelapangan. semua tidak ada yg abadi, bisa berubah, kapan saja dan dimana saja. firman Allah : "karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.." (QS: 94 : 5)
-siapa pun tahu bahwa sikap pesimis merupakan energi negatif yg bila dipelihara akan melahirkan energi negatif2 lainnya. untuk itu waspadalah bila jaring2 keputus asaan memperangkap kita. Apalagi Allah mewanti-wanti :  "janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.. " (QS: 12 : 87)
-bersabarlah tanpa merasa lelah dalam penantian, tanpa harus memikirkan batasan waktunya, sebab tidak ada istilah " sabar juga ada batasnya" karena Allah memang tidak pernah menganjurkan kesabaran yg berbatas itu. Firman-Nya : "hai orang2 yg beriman, bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu.." (QS: 3 : 200)



*ketika masalah itu membuat menderita : (QS. AL-Anbiya : 83) sebagai mana dikisahkan dari Nabi Ayub yg diuji dengan berbagai penderitaan dengan keimanan didada dan hanya ditemani Allah saja maka tersetuslah dari bibirnya "Anni massaniyad durru wa anta arhamu rahimin" (wahai tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan engkau adalh Tuhan Yang Maha Penyanyang diantara semua Penyanyang) sebaris do’a inilah yg menemaninya. menurut M. Qurais shihab dalam tafsir Al-misbahnya tidak sebanding dg penderitaannya. Ibnu ’Asyur, seperti ditulis Quraish , menjelaskan Bahwa kata "durru" yg dipanjatkan ayub itu bermakna segala kesulitan yg menimpa diri seseorang. hebtnya, Nabi Ayub dalam do’a tsb mengatakan "massani" yg berarti  "aku disentuh/tersentuh" segala kata yg menjelaskn kondisi tindakan yg kecil alias dikit. kenapa Nabi Ayub tidak mengatakan "ashaabany" [aku ditimpa] padahal apa yg ia alami sungguh sangat berat. pasalnya dalam suatu riwayat Ayub berkata dg lirihnya kepada sang istri :
 " Allah sedang menguji kita. akankah kita lulus atau gagal dalam ujian ini? sudah berapa lamakah kita hidup senang??
 "delapan puluh tahun, jawab istrina ketika tengah bersiap meninggalkan Ayub sendirian"..
lalu, sudah berapa lamakah kita hidup menderita???
"tujuh tahun"
"itu berarti sabar kita tidak sebanding dg syukur kita "
demikianlah Ayub memaknai sebuah penderitaan.. ia memandang rasa sabar kita berbanding lurus dengan rasa syukur kita. penderitaan yg kita terima, selayak ya diredam dg betapa besarnya anugrah yg telah kita dapatkan. (QS: Ibrahim : 34)

lalu kenapa kita banyak meratpi ujian Allah sbgi sebuah penderitaan yg tak pernah usai? knp penderitaan yg kita lewati dlam beberapa wkt saja mnghapus ingatan kita akan segala kabaikan_Nya? kenapa kita sering alpa menzikir-zikirkan rezeki dan nikmat Allah yg pernah kita dapatkan dari-Nya?? mari kita tafakuri bersama (QS: 10 : 12), (QS: 41: 51) (QS: 39 : 8), (QS: 22 : 11)
==
-sebuah pepatah cina pernah berkata :  kesusahan sehari terasa lebih lama dari pada kegembiraan sebulan. ya, demikianlah kita memang sering merasa begitu terpuruk dan panik bila ditimpa musibah. dalam kondisi negatif itu biasanya waktu bergerak begitu lambat. tapi sadarkah kita: apakah kesedihan dan musibah yg dialami itu mengalahkan nikmat2 yg telah diberikan-Nya selama ini??
-bukankah org yg berjiwa besar dan mengisi sejarah adalah pribadi yg  terbiasa mendapat musibah. lihat saja para Nabi, Ulama, pemimpin dunia, pengusaha sukses dll Allah melimpahkan serentet musibah kpd mereka karena Dia tahu bahwa mereka mampu menanggungnya,  mengembannya, mengolahnya menjadi energi postif yg besar. pun dg kita, bila ternyata harus mengalami sebuah derita: Allah tau kita mampu menanggungnya (QS.Al-Baqoroh :286) mulai sekarang, NIKMATI DAN YAKINILAH KESUSAHAN, MUSIBAH DAN PENDERITAAN ITU SEBAGAI ’PROSES’ METAMORFOSIS KITA DARI ULAT MENJADI KUPU-KUPU.



*jika masalah itu membuat kita gelisah (QS.Al-imran : 173) sebagai mana dikisahkan dari Nabi Ibrahim, ketika pengadilan babilonia memvonis mati Ibrahim atas perbuatan Ibrahim yg telah menghancurkan patung2 sesembahan mereka. ibrahim rela raganya dijilat api, tapi ia tidak ridho jiwanya terlalap si jago merah. maka ibrahim pun berpasrah diri. pada detik2 genting inilah mulut dan hatinya basah oleh lafal "hasbunallah wa ni’mal wakil’ [cukuplah Allah sebagai penolong ku dan Allah lah sbaik2nya tempat bersandar] dan Allah mendengar doa lirih ibrahim, hingga satu firman pun turun : "hei api, jadilah dingin! jadilah keselamatan bagi ibrahim" dan api itu akhirnya tak mampu melahap tubuh ibrahim. ia selamat menumpas segala kegundahnnya bersama kekuatan ilahi yg bersemayam di qolbunya.
=
-berbahgialah  bila kita berada pada titik gelisah, ini berarti kita ingin berubah. kita tidak ingin berada pd zona nyaman yg selama ini menghantui kita. inilah kegelisahan psositif yg harus kita kembangkan.
-perubahan itu abadi. ia sunnatullah, salah satu ketetapan Allah. bila hari ini kita merasa gelisah,itu menunjukan bahwa kita tengah menghayati sunnatullah; kita mendekat ke titik ketuhanan. bukankah Allah berfirman : "sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri.." (QS. Ar_ra’d : 11)
-pasrah dan berserahlah kepada-Nya. ini bukan berarti kita putus asa/fatalis. ia hakikinya sebuah  laku untuk tidak menggugat atas apa yg terjadi. namun tindakan melapangkan hati bahwa semua akan ada massanya, akan ada jawabannya. SEMUA HANYA SOAL WAKTU MAKA BERSABARLAH..





One Response to Menyelesaikan Masalah

Leave a Reply

design by Natty WP